Muhamad Khais Prayoga1)

1)Lembaga Swadaya Pemuliaan Tanaman,

Jl. Apel no. 6 Rancakendal Kota Bandung 40191

Garut menyimpan potensi besar pada komoditas kopi. Pada jaman penjajahan Belanda, Garut menjadi kota yang potensial sebagai sumber penghasilan kas VOC dari komoditas kopi. Eksplorasi yang tim lakukan bertujuan untuk mendata kembali kopi-kopi buhun lokal yang berpotensi untuk dikembangkan dan diperbanyak untuk selanjutnya bisa dijadikan sebagai sumber plasma nutfah yang berguna dalam kegiatan pemuliaan tanaman kopi. Kegiatan dilakukan di tiga tempat yang menjadi sentra kopi. Ketiga tempat itu adalah desa Salamnunggal, Tenjonagara, dan desa Pelag.

Kabupaten Garut memang terkenal oleh panganannya yang khas yaitu dodol garut. Walaupun demikian, ternyata derah yang terletak di bagian Tenggara Provinsi Jawa Barat itu menyimpan potensi lain di bidang perkebunan pada komoditas kopi. Garut di kelilingi oleh rangkaian-rangkaian gunung api aktif. Disebelah barat terdapat komplek gunung Guntur, Haruman, dan gunung Kamojang. Di sebelah Timur terdapat gunung Cikuray, Talagabodas, dan Gunung Galunggung. Gunung lain yaitu gunung Papandayan terdapat di sebelah tenggara. Banyak ahli menyebutkan bahwa tanaman kopi yang ditanam di pegunungan merapi memiliki kualitas yang baik, maka tak heran jika pada jaman penjajahan belanda, Garut menjadi kota yang potensial sumber penghasilan kas VOC. Hampir setiap lahan-lahan di kaki gunung menjadi ladang penghasil gulden dari komoditas kopi

Seiring berakhirnya penjajahan Belanda, komoditas kopi pun mengalami penurunan. Banyak perkebunan kopi yang beralih fungsi menjadai kebun teh, palawija, atau bahkan menjadi bangunan –bangunan rumah. Walaupun perkebunan VOC sudah tidak ada, namun beberapa masyarkat di Garut masih memelihara tanaman-tanaman kopi sisa-sisa sejarah kejayaan kopi priangan. Sejatinya kopi-kopi “buhun” itu adalah kopi yang memiliki sifat unggul. Hal itu terlihat dari kemampuannya untuk terus tumbuh tanpa perawatan yang maksimal dari sang pemilik.

Lembaga Swada Pemuliaan Tanaman, Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pemuliaan tanaman melirik potensi yang cukup besar dari kopi-kopi lokal di derah Garut sebagai sumber plasma nutfah untuk selanjutnya dimanfaattkan dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Eksplorasi di lakukan di tiga lokasi yaitu desa Salamnunggal, Tenjonagara, dan desa Pelag.

Kopi Lokal Salamnunggal

Di Desa Slamnunggal, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut ditemukan tanaman kopi arabika yang memiliki kelebihan berbuah sepanjang tahun. Kopi itu dikenal dengan nama “Bumi Prada”. Terdapat tiga pohon induk yang berumur sekitar 12 tahun. Awalnya tanaman kopi Bumi Prada dibawa oleh orang Jepang yang berkunjung ke perusahaan Bumi Prada, Garut. Selajutnya benih yang dibawa orang Jepang itu disemai dan ditanaman di sekitar perusahaan Bumi Prada yang kemudian menyebar sampai ke desa Salamnunggal. Tanaman kopi Bumi Prada bisa dipanen 15 hari sekali dengan kapasitas hasil 55 kg buah kopi dari tiga tanaman.

Percabangan pohon kopi lokal itu banyak dengan bentuk tajuk perdu. Rata-rata tinggi tanaman mencapai 245 cm dengan diameter batang 3,8 cm. Pucuk daun berwarna hijau muda, sedangkan daun tuanya berwarna hijau. Tipe pertumbuhan kopi lokal di desa Salamnunggal tergolong semi kate.

Judul foto: Penampilan Kopi Lokal Desa Salamnunggal

Foto 1: Pohon kopi lokal Desa Salamnunggal

Foto 1_1

Foto 2: Daun Muda

Foto 2

Foto 3: Daun Tua

foto 3

Kopi Lokal Tenjo Nagara

Di Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinagara, Kabupaten Garut juga ditemukan kopi lokal berumur puluhan tahun. Tinggi tanaman mencapai 3,5 meter. Keadaan tanaman sungguh menghawatirkan dan tidak terawat. walapun tanpa perawatan yang baik, mampu tumbuh dan menghasilkan buah mencapai 1,2 kuintal per musim panen.

Tipe pertumbuhan kopi lokal desa Tenjo Ngara tergolong jagur dengan diameter batang mencapai 4.48 cm. daun muda berwarna coklat, sedangkan daun tuanya berwarna hijau tua. Percabangan sedang dimana terdapat cabang primer dan sekunder, serta beberapa cabang tersier. Tipe percabngan horizontal.

Judul foto: Penampilan Kopi Lokal Desa Tenjo Nagara

Foto 4: Pohon kopi lokal Desa Tenjo Nagara

Foto 4

Foto 5: Daun Muda

Foto 5

Foto 6: Daun Tua

Foto 6

Foto 7: Buah

Foto 7

Kopi Lokal Pelag

Lain halnya dengan desa Salamnunggal dan Tenjo Nagara, di Kampung Pelag, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut ditemukan tanaman kopi yang yang pucuknya berwarna coklat dengan buah memanjang (lentik). Morfologi tanaman menjulang tinggi. Tingginya mencapai 4 meter dengan diameter batang 4,5 cm. percabngan banyak. Terdapat cabang premier, sekunder, dan banyak cabang tersier. Tak heran jika dari satu tanaman bisa diperoleh 1—1,5 kuintal buah kopi (glondong). Menurut penuturan narasumber, tanaman ini telah ada puluhan tahun yang lalu.

Kondisi tanaman cukup sehat tidak terserang HPT, walaupun kenyataannya tanaman itu tidak pernah dirawat dan tumbuh begitu saja. Petanai di Kampung pelag telah berinisiatif untuk membibitkan kopi lokal itu. Saat ini sudah tersedia sekitar 3000 bibit kopi yang berasal dari kopi lokal tersebut.

Judul foto: Penampilan Kopi Lokal Kampung Pelag

Foto 8: Pohon kopi lokal Kampung Pelag

Foto 8

Foto 9: Daun Muda

foto 9

Foto 10: Bentuk biji

foto 10

Foto 11: Persemaian kopi lokal

foto 11

Penutup

Diduga kopi-kopi lokal yang telah berumur puluhan tahun itu mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya. Hal itu terlihat dari kemampuan tumbuhnya yang sangat tahan terhadap cekaman lingkungan tanpa terserang hama penyakit. Kopi-kopi lokal yang ditemukan sejatinya merupakan sumber plasma nutfah yang sangat penting bagi kekayaan genetik tanaman kopi. Plasma nutfah itu sangat bermanfaat bagi kegiatan pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas unggul.

Untuk mengoptimalkan kopi-kopi lokal yang berpotensi perlu dilakukan kegiatan karakterisasi. Karakterisasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari aksesi yang diuji. Kegiatan karakterisasi dapat dijadikan sebagai fondasi dasar sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *